Nuansa 90-an Hadir di Prambanan Jazz 2017

2017-07-20

 Musik-musik yang lahir di era 90-an ialah karya-karya yang abadi, dan memberikan pengaruh yang sangat besar pada dunia musik saat ini.

Begitulah tutur Anas Syahrul Alimi, Promotor Prambanan Jazzdan juga CEO dari Rajawali Indonesia Communication.

Katanya, musik-musik yang tercipta di era tersebut bisa dikatakan masa keemasan dan puncak dari musik yang beredar di seluruh pecinta musik di dunia.

Begitu pun di Indonesia, para musisi di era 90-an banyak memberi pengaruh yang sangat besar kepada para musisi yang hadir dan meramaikan blantika musik di nusantara saat ini.

"Saya kebetulan hidup di era 90-an, dan saya sangat tahu betul euphorianya saat itu. Orang-orang yang hidup di era itu masih sanga mengingat musik-musik yang ada di era 90-an sampai saat ini," ungkap Anas saat ditemui dalam press conference Indihome Prambanan Jazz 2017, Selasa (9/5) di Prasley Cafe Yogyakarta.

Musik yang ada di era itu menurutnya bisa mempengaruhi banyak musisi dari berbagai genre di era saat ini.

Maka dari itu, untuk penyelenggaraan Indihome Prambanan Jazz2017 yang digelar selama tiga hari di bulan Agustus 2017 mendatang, pihaknya mengkhususkan satu hari untuk menampilkan beberapa nama musisi Indonesia dan Internasional dalam festival musik jazz yang pertama kali digelar pada tahun 2015 silam.

Anas menyebutnya sebagai "90's moment", dan menjadi sebuah kemeriahan Indihome Prambanan Jazz 2017 di hari pertama, yakni pada 18 Agustus 2017.

Beberapa nama telah ditetapkan oleh pihaknya untuk tampil pada hari pertama. Di antaranya seperti Shakatak, T Five, The Groove, Andre Hehanusa dan masih banyak lagi nama yang siap terlibat.

"Secara subyektif saya bisa katakan musik-musik yang ada di era 90-an banyak mempengaruhi para musisi dan para pendengar musik saat ini. Untuk suasananya sendiri kami masih belum tahu apakah akan di setting 90-an banget atau bagaimana di hari pertama itu," pungkasnya.

Lanjut Anas, dalam Indihome Prambanan Jazz 2017, pihaknya pun siap menampilkan para musisi yang tenar di tiga generasi, yakni 90, 2000-an dan saat ini.

Di hari kedua penyelenggaraannya nanti yakni pada 19 Agustus 2017, pihaknya siap menampilkan Sarah Brightman, musisi peraih nominasi Grammy Award dan menjadi headliners dalam perhelatan yang digelar secara tahunan ini.

"Sarah Brightman siap tampil secara orkestra, yang di dalamnya nanti pemain orkestranya tidak hanya dari management Sarah saja, namun juga melibatkan pemain musik dari Yogyakarta," tutur Bakkar Wibowo, Project Manager Indihome Prambanan Jazz2017.

Tak hanya itu saja, pada helatannya di tahun ini ada sesuatu yang terlihat sedikit berbeda, yakni dengan adanya keterlibatan beberapa nama perupa Yogyakarta yang siap berkolaborasi dalam gelaran ini.

Salah satunya adalah seniman Dipo Andy yang siap merespon sosok Sarah Brightman dalam karya dua dimensi yang diciptakannya.

"Saya akan membuatkan artworknya untuk Prambanan Jazztahun ini," ujar Dipo dalam acara tersebut.

Ong Hari Wahyu, Art Director Indihome Prambanan Jazz 2017 menambahkan, di tahun ini pihaknya membawa konsep "Art Music and Culture", di mana hal itu dimaksudkan supaya para penonton nanti mendapatkan pengalaman yang berbeda, dan tidak sekedar mendapatkan pengalaman menonton musik.

Salah satunya lewat keterlibatan para perupa tadi untuk merespon helatan yang siap digelar pada 18, 19 dan 20 Agustus 2017 mendatang di Candi Prambanan itu.

Selain beberapa nama musisi yang telah disebutkan di atas tadi, ada beberapa nama lainnya yang sudah dikonfirmasi siap menghibur masyarakat Indonesia.

Di antaranya ada Kla Project, The Overtunes, Glenn Fredly, Afgan, Stars and Rabbit dan nama-nama lainnya yang masih dalam proses konfirmasi. (tribunjogja.com)

Contact Info


  • Jl.Sukoharjo Krangkungan no. 8 Condong Catur, Depok ,Sleman, Yogyakarta 552835

  • (0274) 2830083

  • 081 903 720 200 / 085 628 989 4

  • admin@pagientertainment.com

located THE MAP